SCROLL TO CONTINUE
Pendidikan
Home » Tawuran Antar Mahasiswa UIN Mataram Berujung Laporan Polisi, Rektor: Sudah Telpon Kapolresta Minta Diselesaikan

Tawuran Antar Mahasiswa UIN Mataram Berujung Laporan Polisi, Rektor: Sudah Telpon Kapolresta Minta Diselesaikan

Mataram (Postpantau) – Peristiwa tawuran Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram yang terjadi usai pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang mengaitkan beberapa mahasiswa terluka akibat terkena senjata tajam yang diduga di bawa oleh kelompok mahasiswa di kampus tersebut.

Salah satu mahasiswa yang merupakan Anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) terkena luka robek dibagian kepala, dan sudah mendapatkan perawatan di RS Bayangkara Mataram.

Menanggapi hal itu, Rektor UIN Mataram Prof. Masnun Tahir mengatakan, berdasarkan informasi dan laporan yang diterima dari security yang berjaga saat peristiwa itu terjadi mahasiswa yang membawa senjata tajam bukan mahasiswa UIN.

“Saya baru mendarat terus saya dapat laporan dan ketemu Kapolsek Ampenan yang bawa senjata tajam itu menurut satpam sih kan katanya orang luar,” ujarnya, saat dikonfirmasi, Jumat (21/8) melalui sambungan telpon.

Rektor mengaku, bahwa setelah peristiwa tawuran Mahasiswa tersebut ia lansung turun ke lokasi untuk memastikan keamanan. Bahwa hal tersebut bagian dari dinamika.

Bambang Supratomo Kembali Diangkat Jadi Dirut PDAM Loteng, Catatkan Prestasi Jadi TOP CEO BUMD 2023 dan 2026

“Saya bilang kenapa ini kelahi-kelaho, tapi masa muda kelahi nanti waktu tua kalau udah sama-sama jadi dosen jadi ulama kan mereka bisa ketawa kan,” imbuhnya.

Pihaknya juga sudah meminta mahasiswa yang menjadi korban atau yang terkena senjata tajam tersebut untuk segera diobati dan menjadi atensi dan perhatian Kampus.

“Semalem sudah panggil WR 3 penanggung jawab PBAK, semalem saya juga vidio call sama Kapolresta saat adek-adek melapor ke Polresta waktu itu saya di kampus, saya minta diselesaikan,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Bidang Hukum dan HAM HMI Badko Nusra, Rivaldi Pulungan, mengatakan bahwa pihak kampus seharusnya tidak membiarkan tragedi seperti itu karena tidak mencerminkan budaya kampus terlebih ada label Islam.

“Sangat ironis ada mahasiswa yang membawa senjata tajam ke kampus. Untuk itu kami meminta pihak kampus untuk mengusut tuntas para mahasiswa yang menjadi korban,” kata Pulungan.

Tawarkan Pengalaman Unik bagi Penonton, ITDC Hadirkan Camping Ground di Mandalika

Pulangan menegaskan, bahwa Mahasiswa yang menjadi korban merupakan anggota HMI komisariat di UIN, maka kami akan melapor peristiwa tersebut ke Polresta Mataram.

“Kami melaporkan ini anggota kami terluka di bagian kepala, maka pihak kampus harus bertanggung jawab, dan kami meminta ini di usut tuntas,” tegasnya.

Menurutnya, dugaan tersebut perlu segera diklarifikasi oleh pihak rektorat. Ia meminta kampus tidak melakukan pembiaran apabila benar terdapat mahasiswa yang menjadi korban kekerasan dalam insiden tersebut.

Rivaldi juga mendorong agar proses penanganan kasus dilakukan secara transparan dan objektif, termasuk memastikan siapa saja yang terlibat serta memberikan perlindungan terhadap korban.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement