JAKARTA – Gerakan Anak Muda Nusantara (GEMA NUSA) menyatakan sikap mengecam keras rencana aksi demonstrasi massal yang akan digelar kelompok masyarakat asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah, di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada 27 Agustus 2026. Aksi tersebut diketahui berkaitan dengan tuntutan pengesahan Undang-Undang (UU) Perampasan Aset.
GEMA NUSA menilai mobilisasi massa ke ibu kota tersebut kurang tepat dilakukan di tengah situasi nasional yang sedang dilanda berbagai musibah. Organisasi kepemudaan itu menyoroti kondisi sejumlah wilayah Indonesia yang saat ini membutuhkan perhatian dan solidaritas bersama, khususnya bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kebakaran di Lombok Tengah NTB serta kebakaran yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra.
“Kami mengecam keras rencana aksi tersebut. Bukan karena kami menolak substansi hukum, melainkan karena momentumnya sangat tidak tepat. Negara kita saat ini sedang berduka dan mengalami musibah besar. Saudara-saudara kita di NTT sedang berjuang menghadapi rentetan gempa bumi, sementara wilayah Sumatra sedang bertaruh dengan bencana kebakaran,” ujar Ketua Umum GEMA NUSA, Hendrawan Saputra, dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/8/2026).
Hendrawan yang juga menjabat sebagai Koordinator Presidium Majelis Daerah Korps Alumni HMI (MD KAHMI) Lombok Timur mengatakan, perhatian seluruh elemen bangsa seharusnya dipusatkan pada aksi kemanusiaan, penyaluran bantuan, dan pemulihan wilayah terdampak bencana.
“Sebagai bagian dari aktivis dan masyarakat yang peduli terhadap daerah, kami melihat solidaritas kemanusiaan harus diletakkan di atas kepentingan politik praktis saat ini. Seluruh energi kepemudaan dan kemasyarakatan sebaiknya diarahkan untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah di NTT dan Sumatra,” tegasnya.
Menurut GEMA NUSA, proses legislasi RUU Perampasan Aset memang penting dalam agenda pemberantasan korupsi di Indonesia. Namun, penyampaian aspirasi tidak harus dilakukan melalui pengerahan massa besar-besaran yang berpotensi menimbulkan ketegangan keamanan, terlebih ketika perhatian publik sedang tertuju pada penanganan bencana.
GEMA NUSA mengimbau masyarakat Pati dan koordinator aksi untuk menahan diri serta mempertimbangkan kembali rencana unjuk rasa pada 27 Agustus 2026.
“Kami mengajak saudara-saudara kita dari Pati untuk menunda aksi tersebut dan mengalihkan energi serta sumber daya yang ada untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang menghadapi bencana. Aspirasi tetap dapat disampaikan melalui jalur konstitusional tanpa mengabaikan rasa kemanusiaan dan solidaritas terhadap korban bencana,” pungkanya.

Komentar