SCROLL TO CONTINUE
Politik
Home » Kabid Dayasos Dinsos Loteng Minta Pemberitaan Dihapus Soal Polemik Pilkades Mekar Damai

Kabid Dayasos Dinsos Loteng Minta Pemberitaan Dihapus Soal Polemik Pilkades Mekar Damai

Lombok Tengah (postpantau) — Polemik yang mencuat dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Mekar Damai, Kabupaten Lombok Tengah, mendapat perhatian dari Kepala Bidang (Kabid) Dayasos Dinas Sosial Lombok Tengah, Edy Supriadi, S.IP., M.H.

Edy meminta agar pemberitaan terkait persoalan tersebut untuk sementara diredam dan meminta berita sebelumnya di hapus Ia menyebut, persoalan yang muncul akan diupayakan penyelesaiannya melalui komunikasi dan pendekatan kekeluargaan.

Hal itu disampaikan Edy saat ditemui wartawan. Ia mengaku telah berkomunikasi dengan Kepala Desa Mekar Damai terkait persoalan yang menjadi polemik tersebut.

“Saya sudah menghubungi Kepala Desa Mekar Damai. Nanti kami akan dipertemukan dengan pihak PLT untuk menyelesaikan secara kekeluargaan,” ujar Edy.

Menurutnya, pertemuan tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi ruang untuk menyelesaikan persoalan secara baik-baik tanpa memperkeruh situasi yang sedang berkembang.

Jenderal Hadi Gunawan Terpilih Aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Demokrat NTB

Edy juga menegaskan bahwa dirinya merupakan bagian dari masyarakat Desa Mekar Damai. Karena itu, ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah.

“Selebihnya saya juga masyarakat Desa Mekar Damai,” katanya.

Sebelumnya, pelaksanaan Pilkades Mekar Damai disebut diwarnai polemik setelah muncul pernyataan yang dinilai menyudutkan Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Desa Mekar Damai.

Pernyataan tersebut diduga disampaikan Edy Supriadi melalui kolom komentar di media sosial Facebook. Dalam komentar yang dipersoalkan, disebutkan bahwa apabila Sekretaris Desa (Sekdes) menjadi PLT Kepala Desa, maka surat suara dalam Pilkades nantinya akan dicoblos sebanyak sepuluh lembar.

Sekdes Mekar Damai, Heri Setiawan, mengaku keberatan dengan pernyataan tersebut. Menurutnya, komentar itu dapat menimbulkan persepsi yang kurang baik terhadap proses pelaksanaan Pilkades.

Lalu Wawan Wijaya, Calon Kades Bunut Baok Nomor Urut 3 Bawa Rekam Jejak Pengabdian

“Kalau Sekdes jadi PLT, nanti kertas suara dia coblos sepuluh kertas suara,” demikian pernyataan yang diklaim Heri disampaikan melalui media sosial.

Heri menilai pernyataan tersebut perlu mendapatkan penjelasan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, khususnya menjelang pelaksanaan Pilkades Mekar Damai.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement