Lombok Tengah (postpantau — Malam yang seharusnya tenang di kawasan wisata Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, mendadak berubah menjadi malam penuh kepanikan.
Sekitar pukul 22.30 Wita, kobaran api tiba-tiba membesar dan menerangi langit malam. Si jago merah mengamuk, melalap bagian permukiman di kawasan Desa Adat Sade yang selama ini dikenal sebagai salah satu simbol kehidupan dan budaya masyarakat Sasak.
Api yang diduga berasal dari korsleting listrik dengan cepat membesar. Warga pun sontak panik. Dalam suasana mencekam, mereka berusaha menyelamatkan diri dan mengamankan barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari amukan api.
Kobaran api yang membumbung tinggi terlihat dari kejauhan, membuat siapa pun yang melintas terkejut melihat dahsyatnya peristiwa tersebut.
Salah seorang wisatawan, Ahmad, yang baru pulang dari arah Kuta, mengaku tidak menyangka akan menyaksikan kebakaran sebesar itu.
“Saya sampai kaget melihat luapan api yang sangat besar. Dari kejauhan apinya sudah terlihat membumbung tinggi. Saya benar-benar tidak menyangka,” ungkap Ahmad dengan nada terkejut.
Malam itu, suasana Desa Adat Sade berubah drastis. Kepanikan warga, teriakan meminta pertolongan, serta kobaran api yang terus membesar menciptakan suasana yang begitu mencekam.
Desa Adat Sade sendiri dikenal sebagai kawasan yang masih mempertahankan rumah tradisional khas Sasak, adat istiadat, serta budaya leluhur. Kebakaran tersebut pun menimbulkan kekhawatiran besar terhadap permukiman dan bangunan yang berada di kawasan desa adat tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti berapa jumlah rumah atau bangunan yang terdampak, termasuk total kerugian akibat kebakaran tersebut. Petugas bersama warga masih berupaya melakukan penanganan dan memastikan api tidak semakin meluas.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, berdasarkan informasi awal yang diterima, api diduga dipicu oleh korsleting arus listrik.
Masyarakat berharap kebakaran ini segera dapat ditangani dan tidak menimbulkan kerusakan yang lebih besar terhadap kawasan permukiman serta warisan budaya masyarakat Sasak di Desa Adat Sade.

Komentar