SCROLL TO CONTINUE
Terkini
Home » Desa Pajangan Siapkan Menu Kuliner Penunjang Wisata

Desa Pajangan Siapkan Menu Kuliner Penunjang Wisata

Lombok Tengah (postpanta) – Desa Pajangan, Kecamatan Kopang Lombok Tengah (Loteng) terus berbenah untuk menjadi salah satu destinasi wisata yang siap menerima wisatawan lokal maupun mancanegara. Salah satu persiapan yang dilakukan yakni meningkatkan kemampuan warga dalam bidang kuliner. 

Pemerintah Desa Pajangan bekerja sama dengan Politeknik Pariwisata Lombok dan PT Kurnia memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk menyiapkan menu makanan dan minuman khas yang dapat disajikan kepada para wisatawan.

Pelatihan yang digelar Sabtu (15/8/2026) menghasilkan sejumlah menu, di antaranya Tamago Nusantara, Kuluh Asam Pedas, Ayam Bakar Pajangan, dan Pancake Kelepon. Sementara untuk minuman, warga menyiapkan Tomat Sunrise Citrus dan Coconut Devil.

Kepala Desa Pajangan, Samiun, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari kerja sama jangka panjang yang telah direncanakan hingga tahun 2033.

“Konsepnya hari ini adalah melanjutkan program yang sudah dijadwalkan antara Desa Pajangan bersama Poltekpar Lombok dan PT Kurnia. Program ini sudah kita rencanakan dari awal sampai tahun 2033,” kata Samiun.

Saipul Hadi, Master Campaign di Balik Kemenangan Jendral Hadi Gunawan Pimpin Demokrat NTB

Menurutnya, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat, khususnya dalam bidang pelayanan dan kuliner.

“Yang dari Desa Pajangan yang masuk dalam tim menu makanan dibor bagaimana menjadi chef yang luar biasa, sehingga bisa memberikan pelayanan kepada tamu-tamu yang datang ke Desa Pajangan,” ujarnya.

Ia berharap menu yang dihasilkan dapat dinikmati wisatawan lokal maupun mancanegara.

“Tujuannya bagaimana masyarakat kita bisa menghasilkan menu makanan dan minuman yang bisa disuguhkan kepada tamu, baik lokal maupun mancanegara,” tambahnya.

Samiun menegaskan Desa Pajangan kini mulai siap menerima wisatawan dari berbagai daerah dan negara.

Bupati Loteng Kenamg Tuan Guru Bagu Sosok Teladan bagi Masyarakat

“Jadi kami sudah siap menerima tamu-tamu dari luar, baik lokal maupun mancanegara. Menu yang kami siapkan hari ini juga sudah bisa disajikan kepada tamu dari luar,” tegasnya.

Sementara itu, Tim Pendampingan Pajangan dari Poltekpar Lombok, Dr. Jujuk Ferdianto, mengatakan pihaknya memberikan pendampingan dalam berbagai bidang, mulai dari kuliner, pelayanan hingga pengelolaan homestay.

“Poltekpar Lombok senantiasa memberikan kontribusi kepada desa wisata yang ingin maju, salah satunya Pajangan. Kami mendukung terutama dari sisi soft skill dan program studi yang berkaitan dengan destinasi wisata,” jelasnya.

Selain kuliner, Poltekpar juga membantu meningkatkan standar kebersihan dan kenyamanan homestay.

“Teman-teman divisi kamar mendesain konsep homestay yang layak dan memenuhi standar kebersihan di wilayah Pajangan,” katanya.

Pengembangan paket wisata juga dilakukan untuk memperkenalkan potensi alam Desa Pajangan kepada wisatawan.

“Teman-teman dari usaha perjalanan wisata mengembangkan paket tur untuk memberikan informasi tentang lokasi-lokasi hiburan dan bagaimana menikmati bentang alam yang ada di Pajangan,” ujarnya.

Dosen PPL Poltekpar sekaligus Direktur Mandalika International Festival, Sirajuddin, mengapresiasi antusiasme masyarakat dan komitmen Pemerintah Desa Pajangan.

“Saya melihat antusiasme masyarakat dan komitmen kepala desa sangat luar biasa. Kepala desa juga didukung tim champion yang sangat baik,” katanya.

Ia menilai kolaborasi antara desa, kampus, dan industri menjadi langkah penting dalam mengembangkan pariwisata di Pajangan.

“Ini suatu kolaborasi yang sangat bagus dalam mengembangkan desa berbasis industri,” ujarnya.

Ke depan, Desa Pajangan juga direncanakan memiliki agenda tahunan untuk memperkuat promosi wisata. Salah satunya melalui Lombok Pajangan Festival yang direncanakan digelar pada tahun 2027. Si irajuddin berharap masyarakat Desa Pajangan nantinya mampu melanjutkan program tersebut secara mandiri.

“Ke depan harapannya desa harus melangkah lebih jauh dan lebih mandiri. Apa yang sudah kami berikan melalui berbagai pelatihan harus dilanjutkan oleh desa,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement