Lombok Tengah (postpantau) – Calon Kepala Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah (Loteng) Muh Yakub Kuswara mengusung visi membangun desa yang religius, inovatif, maju, dan mandiri. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan pemuda dalam pembangunan desa. Ia datang bersama sang istri dan ratusan pendukung mendatangi dan memadati sekretariat Panitia Pilkades.
Calon kepala desa Pengadang Muh. Yakub Kuswara, pencalonannya dirinya merupakan bentuk partisipasi aktif generasi muda untuk ikut membangun Desa Pengadang ke arah yang lebih baik.
“Visi-misi kami menjadi calon kepala desa, pertama mewakili dari kaum pemuda. Ini salah satu bentuk peran aktif, partisipasi dari pemuda untuk membangun Desa Pengadang yang lebih maju, mandiri dan tentunya religius untuk ke depannya,” ujarnya saat mendaftarkan diri, Kamis (27/8).
Ia mengatakan, jika dipercaya memimpin Desa Pengadang, ia akan membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, baik di lingkungan masyarakat desa maupun pihak eksternal.
“Tentunya akan kita sama-sama bersinergi dengan stakeholder yang ada, tidak hanya di internal warga Desa Pengadang sendiri, tetapi nanti ada dari pihak eksternal juga,” katanya.
Selain pembangunan, calon kepala desa tersebut juga menegaskan komitmennya terhadap keterbukaan dan transparansi dalam menjalankan pemerintahan desa. Menurutnya, media dan pihak terkait lainnya dapat menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah desa apabila dirinya terpilih.
“Saya berkomitmen sejak awal sebelum saya mencalonkan diri juga saya sudah mengatakan bahwa kita akan transparan, kita akan terbuka terhadap masyarakat untuk mengawasi kami,” tegasnya.
Ia menegaskan, pemerintah desa nantinya tidak boleh berjalan sendiri, melainkan harus berpedoman pada regulasi dan aturan yang berlaku.
“saya juga tidak mau melangkah secara sendiri-sendiri dan kita akan tunduk dengan regulasi dan peraturan yang ada,” ujarnya.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian utamanya adalah pelayanan publik di kantor desa. Ia berencana melakukan pembenahan melalui penerapan sistem digitalisasi pelayanan.
“Kita akan membenahi pelayanan di kantor desa, tentunya ini dengan sistem digitalisasi. Kita akan buka pelayanan akses kepada masyarakat dengan cara online dan offline,” jelasnya.
Selain pelayanan publik, ia juga menyoroti persoalan infrastruktur dan peningkatan ekonomi masyarakat yang dinilai perlu menjadi perhatian pemerintah desa ke depan. Kendati, ia menyadari bahwa kemampuan anggaran desa memiliki keterbatasan. Karena itu, menurutnya, kepala desa harus mampu mencari terobosan agar pembangunan tetap berjalan meski dengan anggaran yang terbatas.
“Untuk infrastruktur kita akan mempelajarinya, karena anggaran desa efisiensi. Kita akan menyesuaikannya dan insyaallah meskipun dengan anggaran yang sedikit, tapi nanti kepala desa akan kreatif untuk mencari jalan keluarnya,” pungkasnya.

Komentar